Kau bisa bersembunyi dari kesalahanmu, tapi tidak dari penyesalanmu. Kau bisa bermain dengan dramamu, tapi tidak dengan karmamu.

  • About

    Seorang Teknisi Jaringan yang pernah berkecimpung di Internet Service Provider (ISP) dan akhirnya memutuskan diri untuk menjadi freelancer yang berdomisili di Solo, Surakarta Hadiningrat.

  • Services

    Melayani jasa pasang Internet berbasis Wireless maupun Fiber Optic, Jasa Pasang Tower/Pipa, Pointing Wireless, Setting Router, CCTV, Hotspot, Proxy, Web Server, Network Managed dan Monitoring

  • Contact

    Berbagai saran, kritikan, keluhan dan masukan akan sangat berarti bagi saya. Anda dapat menghubungi/whatsapp saya di nomor:08564-212-8686 atau melalui BBM:2128686

    Showing posts with label Umum. Show all posts
    Showing posts with label Umum. Show all posts

    Monday, September 26, 2016

    Sekedar info buat pengetahuan dasar tentang diagram kabel UTP.


    Dijelaskan bahwa ke-delapan kabel itu memiliki fungsi dan tugasnya masing masing. Dimana setiap perangkat yang dikoneksikan melalui perantara kabel membutuhkan TX (Transmit) dan RX (Receive). Normalnya jika hanya beroperasi 10/100Mbps cukup membutuhkan 4 kabel saja.
    Beda halnya jika perangkat itu membutuhkan POWER-DC seperti produk-produk TP-Link, UBNT, Mikrotik, dan lain sebagainya. Maka membutuhkan kabel dc injector. Adapun nama lain komponen penunjang itu adalah Power Over Ethernet atau biasa disebut PoE seperti berikut :


    Sunday, March 13, 2016

    Dalam dunia networking sering kali disebut istilah layer 2 dan layer 3. Dalam Lapisan OSI, Layer 2 adalah Data Link Layer sedangkan layer 3 adalah Network Layer. Salah satu tugas utama kedua layer tersebut adalah mengurusi hal-hal yang terkait dengan system pengalamatan.
    Meskipun masih banyak tugas lainnya yang cukup penting namun system pengalamatan yang diatur pada kedua lapisan OSI tersebut menjadi bagian utama yang harus dipahami dengan baik dalam mempelajari jaringan komputer.
    Mengapa jika layer 2 dan 3 sama-sama mengatur tentang system pengalamatan tetapi keduanya tidak bergabung menjadi satu layer saja?
    Sebelum menjawab pertanyaan ini maka sebaiknya simak beberapa perbedaan dasar antara layer 2 dan layer 3 dari lapisan OSI layer, perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

    1.    Perlakuan terhadap data yang diterima

    Setiap layer pada lapisan OSI layer memperlakukan data yang diterima secara berbeda-beda, layer 2 dan layer pun demikian.
    1. Lapisan atau layer 2 ketika menerima data dari lapisan di atasnya, dalam hal ini layer 3 maka data tersebut diubah menjadi frame. Pada frame berisikan alamat fisik dari tujuan dan juga sumber data tersebut.
    2. Lapisan atau  layer 3 ketika menerima data dari lapisan di atasnya, dalam hal ini layer 4 maka data tersebut diubah menjadi packet. Paket berisikan alamat logika tujuan dan sumber dari data yang akan dikirim tersebut.
    2.    Sistem Pengalamatan: Fisik dan Logika
    a.    Pengalamatan pada Layer 2.
    • Alamat pada layer 2  dikenal sebagai alamat fisik.  Alamat fisik adalah system pengalamatan pada jaringan komputer yang dikenal dengan nama Media Access Control Address atau MAC address. 
    • MAC Address merupakan system pengalamatan yang menggunakan metode 48 bit.
    • Setiap perangkat komputer dan juga perngakat jaringan, mulai dari router, wifi, smartphone, PC, laptop, server sampai komputer mainframe terpasang pada NIC-nya dengan MAC address yang berbeda-beda satu sama lain.
    • MAC address yang terpasang pada NIC tidak dapat digant-ganti dan setiap perangkat memiliki alamat yang berbeda satu sama lain.
    • Admin dari jaringan atau network engineer tidak perlu repot-repot mengatur system pengalamatan pada layer 2.
    • Sistem pengalamatan yang bersifat permanen dan tertanam pada Network Interface Card dengan menggunakan MAC Address menjadikan alamat pada layer2 disebut sebagai alamat fisik atau physical address.
    b.    Pengalamatan pada Layer 3.
    –    Alamat pada Layer3 atau Network layer dikenal sebagai alamat logika. Alamat logika menggunakan sebuah aturan atau metode yang dikenal dengan nama Internet Protocol address atau IP address.
    –    IP address merupakan sistem pengalamatan yang diatur dan dikonfigur  melalui Network Operating System oleh administrator dari perangkat tersebut.
    –    IP address bisa diubah-ubah dan konfigurasi yang sudah diatur tidak bersifat permanen, bisa berubah-ubah.
    –    Saat ini IP address terdiri atas dua versi yaitu IP v4 dan IP v6.
    3.    Peran Layer 2 dan layer 3 dalam Networking
    a.    Peran Layer 2 adalah
    –    Menyediakan dan mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan hardware atau  yang terkait dengan perangkat keras atau fisik untuk kebutuhan transmisi data.
    –    Mengubah frame menjadi byte dan byte menjadi bit.
    –    Bit tersebut diberikan kepada Layer 1 atau Physical layer  untuk dipakai dalam mengirimkan sinyal electric kepada tujuan yang berada pada Local Area Network atau LAN yang sama.
    –    Layer 2 sangat berperan dalam komunikasi atar komputer-komputer yang terhubung dalam sebuah LAN, di mana semua komunikasi data pada LAN menggunakan MAC address.
    –     Layer 2 juga memberikan notifikasi jika terjadi masalah atau error.
    –    Berperan dalam menangani topologi jaringan, dan flow control
    b.    Peran Layer 3 adalah
    –    Mengatur pengalamatan pada perangkat jaringan menggunakan IP address.
    –    Menentukan arah yang harus dilalui jika tujuan tidak berada pada LAN dalam proses transmisi data atau dengan kata lain; peran network layer atau layer 3 adalah untuk mengatur proses transmisi data antara komputer yang berada pada LAN yang berbeda atau antar LAN.
    4.    Perangkat yang berkaitan dengan Layer 2 dan Layer 3
    a.    Perangkat atau hardware yang terkait dengan layer 2 adalah:
    –    Network Interface Card
    –    Wireless atau Wifi
    –    Unmanageable Switch 
    –    Bridge
    b.    Perangkat atau teknologi yang berkaitan dengan layer 3 adalah
    –    Router
    –    Virtual LAN pada manageable Switch 
    Jelas terlihat bahwa Layer 2 berkaitan dengan hal-hal yang terkait dengan hardware atau fisik, seperti alamat fisk atau MAC address. Sedangkan Layer 3 berkaitan dengan dengan software atau logika.
    Jadi antara Layer 2 dan layer 3 memiliki peran yang berbeda satu sama lain sehingga tidak bisa digabungkan begitu saja kedua layer tersebut.

    source : http://www.norisanto.com/ccna/apa-beda-antara-layer-2-dan-layer-3-l2-dan-l3/

    Tuesday, April 5, 2011


    Angka sembilan adalah angka terahir di bilangan desimal. bila angka tersebut dikalikan dengan angka 1-9 maka akan menghasilkan angka yang bila di jumlahkan akan sama dengan sembilan pula.
    biar lebih jelas lihat contoh berikut :

    1 * 9 = 09 = 0 + 9 = 9
    2 * 9 = 18 = 1 + 8 = 9
    3 * 9 = 27 = 2 + 7 = 9
    4 * 9 = 36 = 3 + 6 = 9
    5 * 9 = 45 = 4 + 5 = 9
    6 * 9 = 54 = 5 + 4 = 9
    7 * 9 = 63 = 6 + 3 = 9
    8 * 9 = 72 = 7 + 2 = 9
    9 * 9 = 81 = 8 + 1 = 9

    keistimewaan ini tidak di miliki oleh angka lain.

    Sunday, April 3, 2011

    SOHO (Small Office Home Office) merupakan trend baru di dunia Internet dimana seseorang, atau sekelompok kecil orang bekerja di rumah menggunakan Internet & komputer sebagai media utamanya. SOHO (small office home office) yaitu sebuah konsep bisnis kontemporer yang lahir karena adanya perkembangan di bidang teknologi, telekomunikasi, dan digitalisasi, yang dapat memberikan kemudahan bagi para pengambil keputusan dari mana saja. SOHO yaitu Perkantoran skala kecil dan menengah yang membutuhkan jaringan lokal (Local Area Network – LAN) dengan skala kurang dari 50 unit perangkat komputer di satu tempat, tidak tersebar atau memiliki cabang di sejumlah lokasi geografis yang terpisah atau tersebar di banyak tempat. Hal ini terjadi karena semakin berkembang dan meningkatnya pemanfaatan dan kebutuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menjadi platform utama berbagai aktivitas kehidupan, bisnis maupun pemerintahan. LAN dan Internet adalah infrastruktur dasar yang menjadi modal dasar penerapan dan pemanfaatan TIK.


    Bekerja ala SOHO membutuhkan sosok specialis. Internet memungkinkan kita menjadi seorang pakar (specialis) dalam bidang tertentu tanpa harus menempuh pendidikan formal (perguruan tinggi) terlebih dahulu. Kita bisa belajar secara otodidak melalui dunia maya. Informasi di dunia maya begitu melimpah, kita bisa mendapatkan informasi yang kita perlukan untuk mendukung kerja-kerja kita.Dan, tidak akan mungkin kita akan menguasai semua bidang. Untuk itu, penentuan fokus menjadi sesuatu yang penting agar kita bisa diakui oleh masyarakat.

    SOHO memang menawarkan kemudahan dari sisi mobilitas serta pengaturan waktu dalam menjalankan aktivitas pekerjaan. Namun demikian, ketika seseorang memutuskan untuk menerapkan konsep SOHO, tak lantas bisa mengabaikan sisi profesionalisme pekerjaan. Walau tak harus menggunakan sistem kerja yang terlalu formal layaknya kantor pada umumnya, tapi tetap saja SOHO harus dijalankan dengan sikap profesional. Misalnya tetap menerapkan jam kantor dengan waktu yang bisa ditentukan sendiri. Selain masalah jam kantor, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah ketersediaan area yang nantinya disebut sebagai kantor. Mengingat area ini akan bersatu dengan rumah pribadi, tak ada keharusan untuk menyediakan ruang yang lebar layaknya kantor seperti kebanyakan.

    Yang penting ada pembatasan antara area kantor dengan area hunian, seperti diberi sekat antara kantor dengan ruangan lain. Pemberian batasan tersebut diharapkan bisa memunculkan aura profesionalisme yang tertuang dalam ketersediaan ruang sebagai sebuah kantor. Dengan begitu tidak akan memunculkan kesan, bekerja dari rumah bisa dilakukan sesuka hati.Akibat positif SOHO adalah efisiensi ruang dan waktu, percepatan proses, peningkatan kinerja dan reduksi biaya. Akibat negatifnya adalah hilangnya sejumlah fungsi, struktur dan aktivitas serta kertergantungan terhadap Teknologi. Lingkungan dan budaya kerja akan berubah secara drastis, apabila tidak disikapi dengan bijaksana oleh manajemen akan menimbulkan shock, friksi dan resistensi karena harus senantiasa beradaptasi.